<

Trauma pengalaman buruk dengan anjing semasa kecil terulang kembali………………

Seperti biasa, sore ini Kaka Ofal minta diajak jalan kaki, dia lagi pengen maen gluntung gluntung di lapang rumput sekolah deket rumah. Dari rumah aku sengaja bawa bekal minum air putih di tumbler tupperware nya Kaka & potato chip biar ntar klo cape maen gluntung2 Kaka Ofal bisa ngaso dulu.

Nyampe di lapang rumput, bukannya langsung maen gluntung2, Kaka Ofal pengen duduk2 dulu maem chip nya.Ya udah, kita berdua duduk2 dulu sambil maem chip sambil ngeliat sepasang dewasa lagi olahraga sore lari keliling lapangan. Pas Kaka Ofal masih ngunyah chip nya, gak sengaja aku nengok ke sebelah kiri, dari jauh aku liat seekor anjing (agak besar, mirip anjing di film Lessie, cuman ini warnanya hitam putih) lari kenceng, di belakangnya tampak si empunya anjing lari mengejar anjingnya. Duh kok gelagat gak enak ya…

Aku langsung megang tangan Kaka Ofal. Seketika itu juga si anjing langsung lari tambah kenceng menghampiri kami !!!! Kontan aku langsung menggendong Kaka Ofal sambil menjerit2……jeritan ketakutan campur panik campur bingung harus melindungi Kaka Ofal. Anjing itu benar2 hampir menyeruduk kami. Sementara kami aku teriak menjerit ketakutan, Kaka Ofal pun menangis ketakutan, si empunya nun jauh di sana masih berlari tuk mengejar anjingnya. Karena panik, aku terjatuh ke sebelah kanan, Kaka Ofal terlepas dari gendonganku, dia terjatuh ke sebelah kiri, jatuh terlentah di tanah. Anjing itu menghampiri Kaka Ofal, hampir menggigitnya, mengelilinginya beberapa kali. Kontan aku menjerit lagi sambil menangis sampai serak suaraku, takut…sambil berusaha mengusir anjing itu, tapi anjing itu hampir menggigitku….. Kaka Ofal makin menangis keras ketakutan…………

Si empunya anjing tiba di tempat kejadian, segera mengusir anjingnya & menghardiknya "Hei, stop stupid dog !!!"  Begitu si anjing lari ke arah lain, segera kuambil Kaka Ofal dari tanah, kugendong, kuambil tumbler minum & chip Kaka Ofal. Dengan badan lemes, napas ngos2an, jantung masih deg2an, muka pucet aku berjalan super cepat menggendong Kaka Ofal "Ka, kita pulang aja ya, kita maem chip nya di rumah aja" . "Iya, Bu….cape ya, Bu". Sambil berjalan, berkali2 aku menengok ke belakang tuk memastikan anjing itu tetep bersama si empunya.

Di deket rumah, aku bertemu lagi dengan orang si empunya anjing, kini ia menggendong anjingnya. Sambil melihat ke arahku, ia berseru "Sorry, sorry, sorry". Aku hanya tersenyum getir, tak sanggup berkata2. Sampai di rumah, aku & Kaka Ofal langsung tiduran di sofa depan kamar, asli….lemes………………………..

Ketika aku cerita ama my housemates & Ayah setelah Ayah pulang kuliah, mereka bilang untung gak apa2. Klo pun terjadi apa2, kita bisa complain ke pemiliknya. Ayah malah bilang "Klo ada aku, aku udah marah2 ke pemiliknya" …..   Duh, boro2 mikir pengen marahin tu orang…. sieun we nu aya………

Biasanya gak papa kita jalan2 ke lapang rumput itu. Klo pun ketemu orang lagi jalan2 ama anjingnya, biasanya mereka adalah orang2 yang udah sepuh, itu pun mereka selalu pake tali pengikat antara pergelangan tangan mereka & leher si anjing. Mereka pun biasanya ramah, selalu tersenyum menegur kita "Hi, how r U going" or "Haloo".
But, this afternoon…….. he was a young man who didn’t wear the safety strap.

Ya Allah ya Rabbi…..makasih Engkau masih melindungi kami berdua. Tak
terbayangkan olehku, jika Kaka Ofal or aku, bahkan kami berdua, benar2
digigit anjing itu. Hiii…..ngeriiiii……….membayangkannya saja
malam ini membuatku ingin menangis.Apalagi melihat tampang Kaka Ofal
yang lagi pules bobo…………

March 26th, 2007 at 7:27 am